12 Agustus 2011

REVIEW di QF Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Kejuaraan Dunia masih berlangsung, hari ini 12/8 memasuki babak perempatfinal. Indonesia menempatkan 4 wakilnya di perempatfinal, adapun China dengan 12 pemainnya di perempatfinal, Denmark 6 pemain, Jepang 4 pemain, Korea dan Malaysia masing-masing wakili 2 pemain.
Berikut Jadwal pertandingan Indonesia:

1. JADWAL PERTANDINGAN Kejurdun Bulutangkis QF Ganda Putra Indonesia: C-2, Mohammad Ahsan/Bona Septano [INA] [7] vs [2] [DEN] Mathias Boe/Carsten Mogensen.

2.  JADWAL PERTANDINGAN Kejurdun Bulutangkis QF Indonesia: C-2, Vita Marissa/Nadya Melati [INA][12] vs [IND] Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa.


3. JADWAL PERTANDINGAN Kejurdun Bulutangkis QF Indonesia: TV-Court, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna [JPN][3] vs [8] Meiliana Jauhari/Greysia Polii.

4. JADWAL PERTANDINGAN Kejurdun Bulutangkis QF Indonesia: TV-Court, Joachim FN/Christina P [DEN][5] vs [2][INA] Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir.

*Pertandingan C-1/TV-Court dan C-2 dimulai pukul 11.00GMT atau 17.00WIB


Adapun sedikit REVIEW dan peluang pemain Indonesia di QF: 
1. REVIEW: Bona/Ahsan vs Boe/Mogensen. H2H 0-3, lt. French SS (30/10/09) 18-21 21-12 15-21. World No. 7 vs World No. 3. Jika Bona/Ahsan berhasil ke SF lawannya adalah WIN [SH Ko/Yoo YS [KOR][5] vs [4][MAS] Koo KK/Tan BH]. Peluang QF 30%.

2. REVIEW: Vita/Nadya vs Jwala/Ashwini. H2H 0-0. World No. 14 vs World No. 21. Jika Vita/Nadya berhasil ke SF lawannya adalah WIN [Qing T/Zhao Y [CHN][5] vs [4][JPN] Mizuki F/Reika K]. Peluang di QF 85%.

3. REVIEW: Greysia/Meiliana vs Miyuki/Satoko. H2H 0-3 lt. Malaysia GPG (7/5/11) 19-21 16-21. World No. 8 vs World No. 2. Jika Greysia/Meiliana lolos ke SF lawannya adalah WIN [W Xiaoli/Yu Y [CHN][1] vs [7][JPN] Shizuka M/Mami N]. Peluang di QF 30%. 

4. REVIEW: Tontoi/Lilyana vs Joachim/Pedersen. H2H 0-0. World No. 4 vs World No. 5. Jika Tontowi/Lilyana berhasil ke SF lawannya adalah WIN [Chris A[ENG]/Imogen[SCO] vs [4][CHN] Jiaming T/Qing T]. Peluang QF 60%.

Berdoa dulu baru berharap... amin!!!
»» READ MORE..

08 Agustus 2011

Kejuaraan Dunia: Taufik Hidayat Melaju ke Babak Kedua

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra Taufik Hidayat melaju ke babak kedua Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Wembley Arena London. Pemain yang ditempatkan diunggulan empat ini menang mudah atas pemain Peru Rodrigo Pacheco dua gim langsung 21-10, 21-14.
Taufik yang pada kejuaraan dunia tahun lalu menjadi runner-up di babak selanjutnya akan menghadapi pemenang antara pemain Singapura Wong zi Liang dan pemain Polandia Przemyslaw Wacha.
»» READ MORE..

Tragis! Firdasari Langsung Tersingkir

LONDON, Kompas.com - Pebulu tangkis putri Pelatnas Cipayung, Adriyanti Firdasari, langsung tersingkir di babak pertama Kejuaraan Dunia di London, Senin (8/8/11). Lebih tragis lagi, kali ini mantan pemain putri terbaik Indonesia itu dilibas pemain tak terkenal dari Irlandia, Chloe Magee, dengan 21-13, 22-24, 13-21.

Firda mengawali pertandingan berdurasi 50 menit itu dengan sangat meyakinkan karena dia dengan mudah mengumpulkan angka. Selepas kedudukan imbang 6-6, Firda tak terbendung untuk menyudahi game pertama dengan 21-13.

Di awal game kedua, Firda dengan cepat melejit untuk memimpin 5-1, dilanjutkan dengan 8-5. Tapi setelah itu, Magee secara perlahan mulai merangsek untuk mendekati angka Firda dan bisa menyamakannya pada 8-8, dan balik memimpin 10-8. Inilah titik balik yang membuat perjalanan Firda semakin berat. Setelah terjadi deuce, Firda menyerah 22-24.

Pada game terakhir, Firda benar-benar terpuruk karena Magee bermain sangat luar biasa. Sejak unggul 5-0, Magee hanya sempat tertahan sejenak ketika Firda bisa memangkas perbedaan poin menjadi 5-6. Tetapi setelah itu, Magee kembali menjauh dengan meraup delapan poin secara beruntun untuk unggul 14-5. Keunggulan sangat jauh itu membuat Magee sangat percaya diri dan akhirnya menang 21-13.

Di babak kedua, Magee akan menghadapi pemain India, Saina Nehwal. Unggulan keenam ini belum mengeluarkan keringat karena mendapat bye di babak pertama.
»» READ MORE..

05 Agustus 2011

Yacob Rusdianto: Tim SEA Games Usai Kejuaraan Dunia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) baru akan menentukan tim untuk SEA Games setelah kejuaraan dunia di London berakhir. PBSI akan mendaftarkan jumlah pemain sesuai kuota maksimal, yakni 10 untuk pemain putra dan 10 pemain putri.
"Kami memang akan baru menentukan nama-nama pemain seusai kejuaraan dunia di London. Ini kami lakukan sebagai seleksi tahap akhir sekaligus memastikan kondisi fisik semua pemain pasca kejuaraan dunia," kata Sekjen PBSI Yacob Rusdianto di Jakarta, Selasa (2/8/2011).
Menurut Yacob, PBSI akan menurunkan pemain terbaiknya pada SEA Games yang akan berlangsung bulan November mendatang. Pada SEA Games kali ini, PBSI menargetkan bisa meraih empat medali emas atau sama dengan pencapaian SEA Games sebelumnya di Laos.
Sekarang ini kerangka tim yang akan diturunkan sudah ada. Cuma kepastiannya akan kami sampaikan seusai kejuaraan dunia di London selesai, ujar Yacob. Kejuaraan dunia di London akan berlangsung 8-14 Agutus 2011. Pada ajang ini , 15 pemain Indonesia sudah memastikan tempat di babak utama.
»» READ MORE..

Ganda Vita Marissa dan Nadia Melati Diusulkan Ikut SEA Games

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mempertimbangkan untuk memasukkan pemain nonpelatnas ganda putri Vita Marissa/Nadia Melati ke dalam tim SEA Games.
Untuk SEA Games yang akan digelar November mendatang, PBSI memiliki kuota 20 pemain yang terdiri atas 10 pemain putra dan 10 pemain putri.
"Vita dan Nadia memang sedang kami pertimbangkan masuk tim SEA Games. Alasannya, mereka menunjukkan prestasi yang cukup bagus pada turnamen Indonesia Open Premier Super Series bulan Juli lalu, dengan berhasil menembus babak final. Artinya, mereka bisa menjadi pelapis yang bagus buat pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Hadi Nasri, di Jakarta, Senin (1/8/2011).
Menurut Hadi, PBSI masih menyeleksi pemain-pemain yang disiapkan untuk SEA Games mendatang. Selain pemain pelatnas, PBSI juga akan memanggil beberapa pemain nonpelatnas, seperti Taufik Hidayat, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, dan Hendra AG/Alvent Yulianto.
"Bisa dipastikan kami akan turun dengan kekuatan penuh. Kami dibebani untuk bisa menyabet medali emas sebanyak-banyaknya dari tujuh emas yang diperebutkan. Kami sendiri punya target minimal meraih lima medali emas," kata Hadi.
»» READ MORE..

Sony Dwi Kuncoro Masih Andalan ke SEA Games

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski belum menunjukkan performa yang meyakinkan akibat masalah cedera, pebulu tangkis tunggal putra Sony Dwi Kuncoro tetap masih diandalkan untuk SEA Games bulan November mendatang.
Sony masih masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan tampil di SEA Games bersama Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka dan Taufik Hidayat.
"Ya, Sony memang masih kami perhitungkan. Meski dia masih dalam tahap penyembuhan dan tidak tampil di Kejuaraan Dunia, dia masih punya potensi untuk tampil di SEA Games," kata Sekjen PBSI Yacob Rusdianto di Jakarta.
Pada SEA Games di Laos tahun 2009 lalu, Sony Dwi Kuncoro menyumbang medali perak. Sony dikalahkan rekan pelatnasnya Simon Santoso. Penampilan Sony terus mengalami penurunan setelah tampil sebagai juara di Singapura Open 2010 lalu. Pada turnamen Indonesia Open 2011 bulan Juni lalu, Sony langsung tersungkur di babak kualifikasi.
Yacob menambahkan, untuk tim SEA Games kepastian nama-nama pemain akan diumumkan seusai Kejuaraan Dunia yang berlangsung di London tanggal 8-14 Agustus 2011.
Selain pemain-pemain pelatnas Cipayung, PBSI juga tetap memanggil beberapa pemain non pelatnas. Selain Taufik Hidayat, juga ada pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, Hendra AG/Alvent Yulianto dan pasangan ganda putri Nadia Melati/Vita Marissa.
»» READ MORE..

PBSI Masih Rayu Taufik Main di SEA Games

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masih berupaya merayu pebulu tangkis tunggal putra Taufik Hidayat untuk membela Indonesia di SEA Games, November mendatang. Taufik dinilai masih yang terbaik dan diharapkan bisa menyumbang emas.

Kami memang masih merayu dia untuk tampil di SEA Games. Sebelumnya dia bilang kemungkinan absen karena ingin memberikan kesempatan buat pemain muda.
-- Sabar Yudho

"Kami memang masih merayu dia untuk tampil di SEA Games. Sebelumnya dia bilang kemungkinan absen karena ingin memberikan kesempatan buat pemain muda," kata Wakil Ketua Umum I PBSI Sabar Yudho di Jakarta, Jumat (5/8/2011).
Menurut Sabar, Taufik baru akan mengambil keputusan pasti seusai Kejuaraan Dunia di London, tanggal 8-14 Agustus. "Ya, di sela-sela Kejuaraan Dunia, kami akan rayu terus," ujarnya.
Akan tetapi, PBSI, kata Sabar, akan bisa memahami jika Taufik tidak bersedia tampil. "Kita memang masih punya Simon Santoso, Hayom, dan Sony, tetapi peluangnya akan lebih besar jika Taufik ikut main," ungkap Sabar.
Dengan tidak tampilnya pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei, peluang Indonesia terbuka. Namun, pemain Thailand Boonsak Ponsana dan pemain Vietnam Nguyen Tien Minh bisa menjadi batu sandungan.
Pada SEA Games di Laos tahun 2009, Indonesia menyabet medali emas di sektor tunggal putra lewat Simon Santoso. 
»» READ MORE..

Pemain Tak Dibebani Target

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus PBSI tidak membebani pemainnya yang tampil di Kejuaraan Dunia di London tanggal 8-14 Agustus 2011 dengan target juara. Ketua Umum PBSI Djoko Santoso hanya meminta para pemain bermain maksimal dengan menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Kita cuma mau realistis. Ketua Umum juga tidak membebani target juara karena semua pemain yang tampil di Kejuaraan Dunia adalah pemain terbaik. Tapi syukur-syukur jika pemain kita ada yang juara.
-- Hadi Nasri

"Kita cuma mau realistis. Ketua Umum juga tidak membebani target juara karena semua pemain yang tampil di Kejuaraan Dunia adalah pemain terbaik. Tapi syukur-syukur jika pemain kita ada yang juara," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBSI  Hadi Nasri, Jumat (5/8/2011).
Menurut Hadi, peluang terbesar Indonesia ada di sektor ganda putra dan ganda campuran. "Melihat peta kekuatan yang ada, harapan terbaik ada di ganda campuran lewat Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir. Tapi, bisa saja yang lain bikin kejutan," kata Hadi.
Tahun lalu, Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Paris Perancis, dikuasai China yang menyabet semua gelar dari lima nomor yang dipertandingkan. Hasil maksimal diraih pebulu tangkis tunggal putra Taufik Hidayat yang menjadi runner-up setelah dikalahkan Chen Jin.
»» READ MORE..

2 dan 4 Ramadhan

Hari ini puasa kita yang ke-5 alhamdulillah masih diberi kelancaran oleh Alloh SWT. Tapi terawehnya sudah bocor dua kali, hehe... tapi harus tetep semangat kawan walau kuliah libur masih lama, untuk urusan mencari ilmu harus masih bisa dilakukan, kan banyak cara mencari pengetahuan dari browsing maupun baca-baca buku.

Oh iya ngomong-ngomong kemarin (4/8) baca status facebook temanku, rasanya pengen komentar pedes banget, haha... kenapa hayo?
Intinya gini “cowo pinter cewenya biasa aja, kalo cewenya pinter pasti cowo nya ikut pinter juga, untungnya aku dan dia sama-sama pinter” huhahahhaa... jangan gitu ah, masih banyak kok yang lebih pinter dari cowo kamu (Pak Habibie, Pak SBY pasti lebih pinter), hehe... tapi aku juga merasakan kebahagian yang kalian rasakan juga kok, J. Kita harus ingat kata dosen Hukum Bisnis kita “kita itu harus pintar merasa, jangan merasa pintar”. Karena itu pas malem, walau sudah dalam keadaan tidak berpuasa ya ku urungkan niat komentar jadinya.
Jadi inget Puasa ke-2, aku chatting dengan dietha_uchxxx via Yahoo Messenger, bermula dari SMS, sebagai teman kita kangen udah dua mingguan gak ketemu, dia (Dita.red) ngajak makan baso, ehm... pertama aku menolak, biasalah harus nyari seribu alasan karena bokek kan mahasiswa yang gak kerja, haha... tapi doi tetep maksa ni, ya ujung-ujungnya kepaksa juga deh ngikut. Yap janjian juga akhirnya jam 8 setelah teraweh kita mau makan baso depan gang tempat biasalah pokoknya. Akhirnya selesai juga solat teraweh jam 8 liwat dikit, aku langsung Misscall ke doi, terus doi SMS, lalu aku baca SMS-nya,
dannnn...
HAH??
“gw kekenyangan pul, besok atuh yah.. gak usah teraweh dulu tapinya. Mau gak?” original text message Dita.
WHAT?? Langsung telpon doi donk, “heh, lo kenapa gak jadi? gak mau ahh kudu jadi” dan akhirnya doi nyuruh aku kerumahnya, kenapa aku keukeuh harus jadi dan kenapa dia jadi juga walau perutnya dalam keadaan full?? Haha... ya iyalah aku sengaja gak makan banyak pas buka puasa tadi magrib kan biar basonya masuk perut gitu, perut itu terbagi menjadi 3 rongga, 1/3 untuk makan, 1/3 untuk minum, 1/3 lagi untuk bernapas (HR Tarmiji). Ya dengan alasan itu doi kesian dan terpaksa jalan buat makan baso. Gimana ini jadinya ya, aku pertama kepaksa makan baso dan pada akhirnya yang ngajak makan juga kepaksa. Haha...
“hey, gak ah harus jadi” tandas aku saat sampai dirumahnya, “kenyang pulll, tapi yadah deh lo kan belum makan” kata Dita, dan akhirnya jalan deh sambil talking-talking (bahasa yang sering digunakan kita buat kata “ngobrol-ngobrol”).
Tiba depan gang, loh kok lampunya gelap yah, makin deket, yahh... gak jualan dah si abang nya, gagal ini mah makan baso, mana udah kriuk-kriuk, tapi dua-duanya ngerasa bahagia dan kecewa juga sih. Tapi gak sampai disitu aja, kita lanjutkan pencarian tukang baso malam itu, yah sekitar kampung juga kok, gak kerasa di HP ku udah jam 8.30 an, sambil jalan sambil talking-talking donk, biasa kita sering share cerita sepekan, doi cerita tentang emaknya, aku cerita tentang ade ku yang baru dapet kerja. Setelah inget lagi cari baso “eh.. kita mau kemana nih?” aku bertanya. “gak tau lo mau kemana?”. Hadeh gimana sih dua-duanya juga gak tau arah tujuan cari tukang baso dimana. Untungnya aku ada ide, dia juga ada ide. Ide ku cari tukang baso agak jauh yaitu dibelakang sekolah SD kita dulu, ide dia makan baso Pak Mien, dipikiran ku kan baso disitu mahal banget, mana bawa uang cuma 5rb lagi nih. “gak ah, cari belakang sekolah aja dit!” langsung ku tolak. doi nurut juga sih, akhirnya kita putuskan buat cari baso Latansa (kaya baso Sukabumi gitu) lumayan jauh juga, tapi gak akan kerasa sambil talking-talking. Diperjalanan udah ngebayangin aja mau pake sambel 3 sendok, kecap nya mau banyak kaya semur, ehm...
“dimana sih pul?” kata doi. Bentar lagi nyampe kok,
dannnn...
jreng jreng...
hiks hiks L tutup juga baso latansa nya, wahhh ini mah judulnya “tikoro bengkok” (Bahasa Sunda: keinginan yang tidak tercapai) ngedumel dan segala macam bersatu, mana laper. Akhirnya kita putusin balik aja udah cape gak dapet makanan pula. Arghhh... di Pak Mien juga masih tutup, bener deh ini udah sengaja gak makan, ngosongin perut sengaja space nya buat baso, tau nya masih pada tutup. Jadinya gak makan sampe shaur pagi...
»» READ MORE..

PBSI Lebih Optimistis di Kejuaraan Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus PBSI merasa lebih optimistis di Kejuaraan Dunia yang berlangsung di London Inggris tanggal 8-14 Agustus 2011. Dibanding kejuaraan serupa tahun lalu di Paris Perancis, persiapan pemain kali ini lebih matang.

"Dengan melihat persiapan yang cukup baik, kami cukup optimistis bisa membawa pulang minimal satu gelar dari ganda campuran. Sektor lain juga punya harapan, namun peluang terbesar di ganda campuran," kata Wakil Ketua Umum II PBSI I Made Gusti Oka di Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Menurut Oka, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan menjadi tumpuan terbaik untuk meraih gelar." Mereka sudah menunjukkan penampilan mengesankan dengan juara di India dan Singapura. Di Indonesia Open juga demikian meski hanya menjadi runner-up," ujar Oka.

Ditambahkan, pemain-pemain China tetap akan menjadi pesaing terkuat pemain Indonesia. Pada kejuaraan dunia tahun lalu, China mendominasi dengan menyapu lima gelar.
»» READ MORE..

Pemain Berangkat ke London Hari Ini

JAKARTA, KOMPAS.com- Sebanyak 12 pemain pelatnas dan sejumlah pengurus PBSI direncanakan akan berangkat ke London, Inggris, Jumat (5/8/2011) malam ini. Para pemain akan tampil di Kejuaraan Dunia Bulu tangkis yang dilangsungkan tanggal 8-14 Agustus 2011.
Wakil Ketua Umum II PBSI I Gusti Made Oka mengatakan, keduabelas pemain ini akan bergabung dengan empat pemain tunggal yang sudah berangkat terlebih dahulu pada hari Senin lalu.
Selain pemain pelatnas, juga ada beberapa pemain di luar pelatnas yang akan tampil di kejuaraan dunia, seperti Taufik Hidayat dan pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG.
"Pemain nonpelatnas memang berangkat secara terpisah. Rombongan pemain pelatnas yang berangkat hari ini hanya 12 orang," kata Oka.
Keduabelas pemain yang berangkat di antaranya Bona Septano/M Ahsan, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, Tontowi Ahmad/Meiliana Jauhari, Pia/Fran Kurniawan.
»» READ MORE..

PBSI Sayangkan Absennya Kido/Hendra

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyayangkan absennya pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan pada Kejuaraan Dunia di London. Pasalnya mereka menjadi salah satu harapan terbesar untuk meraih gelar.
"Tentu saja sangat kita sayangkan. Selain dari ganda campuran, peluang terbaik kita ada di sektor ganda putra lewat Kido/Hendra," kata Wakil Ketua Umum I PBSI Sabar Yudho di Jakarta, Jumat (5/8/2011).
Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dipastikan tidak tampil karena kondisi kesehatan Markis Kido tidak memungkinkan. Markis Kido didiagnosa terkena gejala tifus dan harus dirawat di rumah sakit.
Kamis kemarin, Kido masih sempat konsultasi ke dokter di pelatnas PBSI Cipayung. Namun, setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, Kido didiagnosa gejala tifus. Kido pun harus dirawat di Rumah Sakit Global Bekasi.
Di Kejuaraan dunia, Kido/Hendra diunggulkan di tempat keenam. Dengan absennya mereka, maka Indonesia tinggal menyisakan dua wakil, yakni pasangan Bona Septano/M.Ahsan dan Hendra AG/Alvent Yulianto. "Ya, tentu saja kami ikut mendoakan supaya Kido bisa segera sembuh," ujar Sabar
»» READ MORE..

Markis Kido/Hendra Batal Tampil

JAKARTA, KOMPAS.com- Indonesia harus kehilangan salah satu andalan di kejuaraan dunia London, Inggris. Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dipastikan tidak tampil, karena kondisi kesehatan Markis Kido tidak memungkinkan.
Markis Kido didiagnosa terkena gejala tifus dan harus dirawat di rumah sakit. "Ya, sayang sekali saya batal berangkat. Tentu saja ini mengecewakan," kata Kido, Jumat (5/8/2011).
Kamis kemarin, Kido masih sempat konsultasi ke dokter di pelatnas PBSI Cipayung. Namun, setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, Kido didiagnosa gejala tifus. Kido pun harus dirawat di Rumah Sakit Global Bekasi.
Di Kejuaraan dunia, Kido/Hendra diunggulkan di tempat keenam. Dengan absennya mereka, maka Indonesia tinggal menyisakan dua wakil, yakni pasangan Bona Septano/M.Ahsan dan Hendra AG/Alvent Yulianto.
»» READ MORE..