25 Juli 2011

Selama Juni, 52 Kali Israel Larang Kumandang Azan

Para pejabat rezim Zonis Israel pada bulan Juni lalu, telah sebanyak 52 kali melarang pengumandangan azan dari masjid Haram Ibrahimi di kota al-Khalil, di Tepi Barat Sungai Jordan. Info
IRNA (4/7) mengutip laporan al-Yaum as-Sabi’ menyebutkan, menurut keterangan Ketua Lembaga Wakaf al-Khalil, Zaid al-Ja’fari, para pejabat Israel melarang pengumandangan azan dari Haram Ibrahimi dengan alasan suara azan mengganggu ketenangan warga permukiman Zionis.
Al-Ja’fari mengecam aksi rezim Zionis itu dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap agama langit dan asal kebebasan beribadah yang diakui dalam ketentuan internasional.
Pejabat Tepi Barat Sungai Jordan itu menegaskan bahwa para pejabat rezim Zionis Israel sengaja melarang pengumandangan azan tersebut dengan tujuan untuk menguasai seluruh bagian Haram Ibrahimi.
Ditegaskannya bahwa segala masalah yang berkaitan dengan Haram Ibrahimi adalah urusan dalam negeri Palestina dan rezim Zionis Israel tidak berhak campur tangan dalam hal ini. Republika/HASMI.org
»» READ MORE..

TAFSIR SURAH AL-BAQARAH AYAT 14-16

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ (14)
اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ (16 

“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan:` Kami telah beriman `. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan:` Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok `. (14)Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terumbang-ambing dalam kesesatan mereka.(15) Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (16)
PENJELASAN KATA
(لَقُوا) Laquu ; Al-Liqaa ; Al-Mulaaqaah : Saling berhadap-hadapan.
(آمَنُوا) Aamanuu : Mereka yang beriman. Iman secara syar’I adalah membenarkan Allah Subhanahu Wata’ala dan risalah (ajaran) yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu A’laihi Wasallam. Dan orang-orang yang beriman secara benar disebut Mu’minun.
(خَلَوْا) Khalau, (al-Khuluwwu bisy Syai’i) : Bersepi (menyendiri), berduaan bersama sesuatu.
(شَيَاطِينِهِمْ) Syayaathiinihim : Kata Syaithaan (setan) bermakna segala sesuatu yang jauh dari kebaikan, dekat dengan keburukan, ia suka merusak dan tidak suka memperbaiki. Baik berasal dari bangsa manusia atau bangsa jin. Tetapi yang dimaksud dalam kalimat ini adalah pemimpin-pemimpin mereka dalam berbuat kejahatan dan kerusakan.
(مُسْتَهْزِئُونَ) Mustahzi’uun : Al-istihza’ adalah merendahkan dan menganggap remeh (menghina) orang lain.
(الطُغيان) Ath-Tughyaan : Melampaui batas dan berlebihan dalam segala hal.
(العمه) Al- ‘Amah : Kebutaan dalam hati, sebagaimana kata Al- ‘amaa, yang berarti kebutaan pada mata. Yang dimaksudkan disini adalah tidak mampu melihat kebenaran yang berdampak pada kebimbangan hati dan kesesatan jalan.
(اشْتَرَوُا) Isytarau : Mereka menggantikan petunjuk dengan kesesatan, yakni meninggalkan iman dan mengambil kekafiran.
(تِجَارَتُهُمْ) Tijaaratuhum : Tijaarah (perdagangan) adalah menggunakan modal untuk membeli suatu barang yang apabila dijual dapat menguntungkan. Orang-orang Munafik di sini, mereka menggunakan modalnya berupa keimanan untuk membeli kekafiran karena mereka berharap akan mendapat keuntungan berupa kejayaan dan kekayaan di dunia, tetapi mereka malah merugi karena mereka terhinakan dan disiksa, dan akan jatuh miskin akibat kekafiran mereka.
(مُهْتَدِينَ) Muhtadiin : Orang-orang yang mendapatkan petunjuk adalah mereka yang menempuh jalan lurus yang akan menyampaikannya kepada apa yang di tuju dalam jangka waktu yang singkat dan tanpa kesulitan yang berarti. Sedangkan orang yang tersesat adalah sebaliknya, ia menempuh jalan yang tidak lurus, maka ia tidak akan sampai pada apa yang ia inginkan, sehingga ia binasa sebelum sampai tujuan.
MAKNA AYAT 14-16 SECARA UMUM
Ayat-ayat ini masih berbicara tentang karakter orang-orang munafik. Allah Subhanahu Wata’ala memberitahukan pada ayat (14), bahwa akibat kemunafikan dan kebusukan hati ketika mereka bertemu orang-orang yang beriman di sebuah tempat, maka mereka memberitahukan bahwa mereka beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya serta agama yang telah dibawanya. Tetapi ketika mereka sendirian bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka dalam fitnah dan kesesatan, lalu pemimpin-pemimpin itu mengutuk mereka atas pengakuan iman mereka, maka merekapun menjawab, “Kami tetap bersama kalian dalam satu agama dan sekali-kali dan sekali-kali kami tidak beriman, kami hanyalah berpura-pura beriman, berolok-olok dan bercanda dengan Muhammad Shallallahu A’laihi Wasallam beserta sahabat-sahabatnya.”
Pada ayat (15) Allah Subhanahu Wata’ala memberitahukan bahwa Dia memperolok-olok mereka sebagai bentuk balasan yang setimpal atas apa yang mereka perbuat, bahkan Allah Subhanahu Wata’ala menambah sesuai dengan ketentuan-Nya atas kejahatan mereka itu, bahwa keburukan pasti akan melahirkan keburukan pula dalam hal perbuatan mereka yang melampaui batas itu, sehingga bertambahlah kebimbangan, kekacauan hati dan keresahan akal pikiran mereka.
Pada ayat (16) Allah Subhanahu Wata’ala memberitahukan bahwa mereka yang sudah terlampau jauh dalam kesesatan itu telah memperjual-belikan keimanan dengan kekafiran serta keihlasan dengan kemunafikan. Oleh karena itu, perniagaan mereka tidak akan mendatangkan keuntungan dan mereka tidak akan menemukan jalan keberuntungan itu.
PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL
Diantara petunjuk yang terkandung dalam ayat-ayat ini adalah,
  1. Kecaman keras untuk orang-orang Munafik dan peringatan terhadap perilaku mereka yang bermuka dua. Di dalam sebuah hadits disebutkan,

سِرَارُكُمْ ذُوْ الوَجْهَيْنِ
“Seburuk-buruk orang diantara kalian adalah yang bermuka dua”.(HR. Bukhari Muslim).
  1. Sebenarnya ada diantara manusia yang menjadi setan, mereka mengajak kepada kekafiran dan kemaksiatan, menyeru kepada kemungkaran dan mencegah orang berbuat kebaikan.
  2. Menerangkan tentang beberapa kutukan Allah Subhanahu Wata’ala yang ditimpakan kepada musuh-musuh-Nya. HASMI.org

..:: WALLAHU A’LAM ::..
 
»» READ MORE..

China, Japan and Indonesia share honour of largest contingent in London

WC2011 logo white background

BWF - The qualification lists and seeding reports of the 2011 Yonex BWF World Championships have now been finalised.
This is the 19th edition of the Championships and is the sport’s London 2012 Olympic test event.
China, who swept all five World titles at the 2010 event in Paris, has secured 17 qualification berths across the five disciplines of the sport in 2011. Japan is making an equally strong presence after taking 16 qualification berths, while Indonesia snatched 15 qualification berths.
A new women’s singles World Champion will be crowned in London as none of the former winners have qualified for the 2011 Championships. Yu Yang will be defending her women’s doubles title with a new partner, Wang Xiaoli. While Ma Jin will be defending her mixed doubles title with a new partner, Xu Chen.
The live draw of the 2011 World Championships will take place today at 1400h in Kuala Lumpur, Malaysia.
»» READ MORE..

Rompi Pemberat Latih Kecepatan dan Ketahanan Fisik

Guna meningkatkan ketahanan fisik dan kelincahan footwork, pemain tunggal putri berlatih menggunakan rompi pemberat (weighted vest). Beberapa pemain seperti Maria Febe Kusumastuti, Lindaweny Fanetri, dan Aprilia Yuswandari terlihat bermain menggunakan rompi pemberat saat sesi latihan sore di pelatnas Cipayung.

Penggunaan rompi pemberat ini ditujukan untuk melatih kecepatan (speed) dan ketahanan (indurance) agar si pemain bisa lebih lincah dan memiliki stamina yang kuat saat bertanding nanti. Selain itu dengan menggunakan rompi ini maka energi yang dibutuhkan saat bermain lebih banyak sehingga pembakaran lemak juga lebih efektif.

Pelatih tunggal putri, Wong Tat Meng yang mendampingi anak didiknya saat berlatih mengatakan bahwa latihan menggunakan rompi ini sangat bermanfaat. “Mereka butuh latihan extra di footwork dan latihan ini bagus untuk itu,” kata Wong.

Namun penggunaan rompi ini tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan cedera pada otot. “Kita terapkan ini saat diperlukan saja, tidak boleh terlalu sering karena tidak bagus juga untuk anak-anak” tambah Wong.

Tak hanya di tunggal putri saja, pemakaian rompi ini juga pernah diterapkan pada pemain tunggal putra seperti Sony Dwi Kuncoro. Sony yang kala itu merasa kekuatan kaki nya kurang maksimal, sempat berlatih menggunakan rompi pemberat ini.
»» READ MORE..

Tiba-tiba Palang Merah di Denmark Dapat Uang Rp 1,7 Miliar

TRIBUNNEWS.COM, TORNVED - Palang Merah di Denmark mendapatkan sumbangan dermawan yang tiba-tiba menyimpan kotak pakaian daur ulang berisi uang senilai 200.000 US Dollar atau sekitar Rp1,7 miliar.
Uang tunai tersebut ditemukan dalam plastik sampah di bawah tumpukan pakaian yang disumbangkan.
Ada pesan singkat yang ditinggalkan bersama uang tunai tersebut.
”Kepada Palang Merah Denmark, dari orang tak dikenal. Telah menabung [uang ini] dalam waktu 40 tahun,” kata pesan tersebut.
Petugas di toko amal tersebut sangat berterimakasih, namun polisi Denmark meminta si donor agar melapor sehingga aparat penegak hukum bisa memastikan uang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan tindak kejahatan apa pun.
”Tidak setiap hari kami mendapatkan uang sebanyak yang ditemukan dalam tas plastik di antara tumpukan pakaian,” kata Birgit Dam, sekretaris cabang Palang Merah di Tornved.
”[Pesan] ada di dalam kantung plastik putih dan itu berada di dalam plastik sampah hitam besar bersama beberapa pakaian bagus,” ujarnya.
”Dan di dalam tas tersebut ada 10 amplop dengan banyak uang. Ditata rapi dalam amplop yang masing-masing dengan diikat karet ,” cerita Dam.
Polisi berharap masalah “uang siluman” ini bisa dipastikan kepemilikannya begitu ada informasi yang akurat mengenai asal-usulnya.
Akan tetapi, Palang Merah sejauh ini tidak diminta untuk menyerahkan uang tersebut kepada pihak ketiga. (bbc)
»» READ MORE..